Selasa, 19 Januari 2010

Pembentukan Propinsi Banyumas

Keinginan untuk membentuk Propinsi tersendiri sebenarnya didasarkan atas keinginan untuk lebih mensejahterakan rakyat dan dilakukan dengan cara memotong semua faktor penghambat seperti luas wilayah, jumlah penduduk, jarak ke Ibukota Propinsi, jarak ke pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, industri, sosial dan budaya serta faktor-faktor alasan lain yang bermuatan nilai-nilai primordial-emosional seperti suku, etnik, agama, budaya, bahasa dan lain-lain. Bagi wilayah-wilayah yang memang didukung oleh potensi alam, DM, dan sumber-sumber kekuatan ekonomis lainnya, tujuan ini dapat diterima, tinggal bagaimana Pemerintah Pusat dapat mengatur subsidi silang antar Propinsi.


Nuansa Budaya

Propinsi Jawa Tengah bagian Timur secara umum dipengaruhi oleh Budaya Mataram (Yogya dan Solo), tetapi semakin ke arah Barat, pengaruh Budaya ini semakin menipis bahkan pengaruh Budaya Sunda mulai tampak dan dapat diterima masyarakat, khususnya di Kabupaten-Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat. Dapat dikatakan bahwa warna Budaya calon Propinsi Banyumas adalah Budaya Mataram yang dipengaruhi Budaya Sunda. Secara lebih spesifik lagi, beberapa jenis kesenian khas Banyumasan memiliki karakteristik tersendiri sehingga sulit untuk dinikmati secara utuh oleh masyarakat Jawa Tengah bagian Timur.


Sosial-Ekonomi

Letak calon Propinsi Banyumas relatif jauh dari kota Semarang dan Solo yang merupakan pusat-pusat pertumbuhan di Propinsi Jawa Tengah. Posisinya yang berbatasan langsung dengan Propinsi Jawa Barat menyebabkan tumbuh dan berkembangnya jalinan-jalinan ekonomi dan sosial diantara kedua wilayah. Wilayah utara calon Propinsi Banyumas khususnya Kabupaten Brebes dan Tegal, memiliki jalinan perekonomian bahkan bahasa dengan Kabupaten Cirebon (Jawa Barat), sedangkan wilayah Selatan yaitu Kabupaten Cilacap, jalinan perekonomiannya erat dengan Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya.

Baiknya kondisi sarana perhubungan antara calon Propinsi Banyumas dengan Propinsi Jawa Barat khususnya angkutan darat (bis dan kereta api), membuat mobilitas penduduk antar kedua wilayah ini lebih tinggi dan ini, baik secara langsung maupun tidak, menyebabkan hubungan ekonomi dan sosial menjadi lebih erat. Sebagai bagian dari Propinsi Jawa Tengah, calon Propinsi Banyumas secara ekonomi dan sosial
seharusnya berkiblat ke induknya, tetapi secara geografis, justru lebih dekat ke Propinsi Jawa Barat. Secara umum, tarik menarik ini mengakibatkan Kabupaten-Kabupaten di calon Propinsi Banyumas kurang memiliki pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial
yang mandiri.


Bahasa

Kita sangat mengenal logat Banyumasan ("Jawa Koek") yang oleh sementara kalangan dimanfaatkan untuk kepentingan mereka melalui media elektronik (TV dan Radio) khususnya di Jakarta, sehingga kita merasa akrab dengan Patrio lewat logat "ngapak-ngapak" nya Mas Parto. Logat Banyumasan inilah yang membedakan
penduduk wilayah calon Propinsi baru ini dengan penduduk Jawa Tengah lainnya dalam berkomunikasi dan sekaligus sebagai salah satu identitas Propinsi ini.
Seorang penduduk Propinsi Banyumas yang berada di Solo misalnya, akan dengan mudah diketahui asalnya, cukup dari logat Banyumasannya ini. Banyak pengalaman yang membuktikan bahwa penduduk asal calon Propinsi baru ini memang merasa berbeda dengan penduduk Jawa Tengah lainnya, hanya karena logat Banyumasan ini.

Penduduk Jawa Tengah bagian Timur dengan penduduk calon Propinsi Banyumas tidak akan mampu saling berkomunikasi dengan lancar apabila salah satu pihak tidak bersedia mengalah dan umumnya yang bersedia mengalah adalah penduduk calon Propinsi Banyumas karena merekalah yang lebih mampu. Kemampuan ini sebenarnya semu, karena yang dilakukan hanyalah penghindaran penggunaan kata-kata khas Banyumasan, bukan logatnya. Ini secara sadar dilakukan karena umum diketahui bahwa bahasa Jawa sebenarnya adalah bahasa yang digunakan oleh penduduk Jawa Tengah bagian Timur dan penduduk Propinsi Jawa Timur pada umumnya (dominant vokal "o" dan vokal "a" dibaca "o") sehingga sering dikatakan bahwa bahasa Banyumasan itu kasar. Jadi hakekatnya, kemampuan untuk mengalah ini sebenarnya didasarkan pada kesadaran bahwa dalam hal bahasa, warga calon Propinsi Banyumas tidak ingin dikatakan kasar dan sekaligus menyadari bahwa dari sudut bahasa, mereka adalah minoritas.


Cakupan Wilayah

Calon Propinsi ini meliputi 9 Daerah Tingkat II yaitu 8 Kabupaten (Brebes, Tegal, Pemalang, Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen, Banyumas dan Cilacap) serta 1
Kotamadya (Tegal), ditambah 2 Kota Administratif (Purwokerto dan Cilacap). Setelah menjadi Propinsi tersendiri, pemekaran Daerah Tingkat II selanjutnya dapat dimungkinkan secara bertahap. Yang berpotensi untuk dimekarkan antara lain, Kabupaten Bumiayu (pemekaran Kabupaten Brebes) dan Kabupaten Majenang (pemekaran Kabupaten Cilacap).


Daya Dukung

Sektor industri :

Semen (Nusantara) di Cilacap, Pupuk (Superfosfat) juga di Cilacap, Kertas di Blabak, Tekstil di Tegal, Pemalang dan Cilacap, Cambric di Tegal dan Cilacap, Gerabah artistik di Banjarnegara, Pabrik Gondorukem di Balapulang, Batik di Pemalang,
Pabrik Teh di Slawi, Pabrik Farmasi di Slawi, Industri Kuningan di Tegal, Industri Kulit di Tegal, Pabrik Air Mineral di Slawi dan lain-lain. Kota Tegal bahkan pernah mendapat julukan Jepangnya Jawa Tengah karena besarnya potensi industri peleburan besi di kota ini.


Sektor sumberdaya alam :

Potensi hasil tambang yang sudah beroperasi dan dapat lebih dikembangkan antara lain : Biji Besi di Cilacap (sudah dapat diolah di pabrik pelebur besi PN Aneka Tambang di Cilacap), Fosfat di Gombong dan Purwokerto serta Lempung di Kebumen. Sementara hasil tambang lain yang berpotensi dan sudah dalam tahap eksplorasi seperti minyak dan gas bumi di Banyumas dan lain-lain.


Sektor Hasil bumi :

Di wilayah ini, hasil bumi yang sudah menampakkan hasilnya antara lain : Karet dan Kelapa di Banyumas, Kayu manis di sepanjang pegunungan Pembarisan (Bumiayu), Tebu (gula pasir) di Tegal, Brebes, Pemalang dan Purwokerto, Kayu Jati Kabupaten Tegal dan Pemalang serta Pelelangan Ikan di Tegal. Hasil bumi unggulan lainnya : Cengkeh, Coklat, Bawang dan lain-lain.


Sekktor SDM :

Dalam hal ketersediaan SDM, calon Propinsi Banyumas cukup memiliki institusi-institusi pendidikan yang dapat diandalkan. Beberapa Perguruan Tinggi yang ada di wilayah ini antara lain : Universitas Panca Sakti di Tegal, Universitas Jenderal Sudirman, IAIN dan Universitas Wijaya Kusuma di Purwokerto, beberapa Akademi baik Tegal, Pemalang, Purwokerto maupun Cilacap serta lembaga-lembaga pendidikan lainnya seperti Pondok Pesantren, Kursus-Kursus, Balai Latihan Kerja dan lain-lain. IAIN di Purwokerto bahkan sudah membuka Program Magister.


Prospek Pengembangan

Kodya Tegal yang bergelar Kota Bahari berpotensi untuk dikembangkan menjadi sebuah kota pelabuhan (bandar) yang ramai. Sementara untuk pengembangan wilayah industri, Cilacap dapat dijadikan pusat pertumbuhan industri karena selain memiliki pelabuhan yang memadai, kota ini juga memiliki wilayah-wilayah yang relatif masih memungkinkan untuk dikembangkan menjadi kawasan-kawasan industri yang besar dan terpadu. Keberadaan Kilang Minyak Cilacap membuktikan bahwa wilayah ini memang mampu menopang keberadaan pusat-pusat industri yang besar.

Untuk sektor Pariwisata, kawasan wisata Baturaden di Purwokerto, Guci Indah di Tegal, Segara Anakan di Cilacap, Pantai Ayah di Gombong, Taman Widuri dan Moga di Pemalang. Obyek wisata lainnya : Karang Bolong, Waduk Sempor, Waduk Cacaban, Waduk Malahayu, Kawasan Hutan Wanayasa dan lain-lain yang semuanya masih sangat berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Untuk memberikan daya dukung tambahan di sector Pariwisata ini, Lapangan Udara Perintis Wirasaba di Purwokerto dan Tunggul Wulung di Cilacap sangat layak untuk dikembangkan.www



Sumber:
Joko Suprianto
http://www.hamline.edu, dalam :
http://majenang.ifastnet.com/index.php?option=com_content&task=view&id=14&Itemid=2
25 Desember 2007

3 komentar:

  1. inyong sebagai warga banyumas tp hidup d jakarta sangat mendukung adanya propinsi banyumas...biar mendoane bs mnjadi cri khas propinsi...

    BalasHapus
  2. aku suka wacana ini dan pasti suatu saat akan terwujud tinggal semangat kita wariskan pada anak cucu kita kalau kita memang ada perbedaan dengan wong jowo dan yakin kita mampu mendirikan provinsi banyumas, bravo provinsi banyumas ini.

    BalasHapus
  3. mana kok wacana ini jadi sepi ?! ayo wong banyumas bergerak bersama bentuk propinsi Banyumas!

    BalasHapus